Tata Tertib

TATA TERTIB SISWA/I SMA SANTA MARIA NANGA PINOH

Siswa adalah warga negara yang terdidik. Sudah seharusnya siswa menjadi warga negara yang baik, tertib, disiplin, dan pantas dicontoh. Oleh karena itu, disusunlah pedoman tata tertib SMA Santa Maria Nanga Pinoh sebagai berikut:

Ciri Khas

SMA Santa Maria adalah sekolah swasta berciri khas Katolik yang dikelola oleh para Suster Ordo Santa Ursula (Ursulin).

Sebagai sekolah Katolik maka:

  1. Pendidikan, kegiatan maupun suasana sekolah berdasarkan ajaran Katolik.
  2. Cara berdoa/beribadat secara Katolik.
  3. Pelajaran, ulangan, dan UAS Agama adalah pendidikan Agama Katolik.
  4. Setiap hari pelajaran diawali dan diakhiri dengan doa bersama secara agama Katolik.
  5. Doa Angelus setiap pukul 12.00

KETENTUAN UMUM

  1. Tata tertib sekolah ini dimaksudkan sebagai rambu-rambu bagi peserta didik dalam bersikap dan bertingkah laku, berucap, bertindak, dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah dalam rangka menciptakan iklim dan kultur sekolah yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang efektif.
  2. Tata tertib sekolah ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar, yang meliputi sopan santun pergaulan, kedisiplinan dan ketertiban, kebersihan, kesehatan, kerapian, keamanan dan nilai-nilai yang mendukung kegiatan belajar yang efektif.
  3. Setiap peserta didik wajib melaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tata tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran.

PASAL 1

SERAGAM SEKOLAH

  1. Seragam Sekolah

   Pakaian olahraga yang dikenakan adalah pakaian olahraga hijau putih dari sekolah.

  • Selama memakai seragam sekolah harus rapi dan lengkap.
  • Setiap Senin dan Selasa mengenakan seragam Putih abu-abu dengan badge OSIS. Selain itu, peserta didik juga memakai sepatu bertali, kaos kaki putih, dan ikat pinggang.
  • Rabu dan Kamis mengenakan seragam batik Serviam.
  • Jumat mengenakan seragam Pramuka dan berkaos kaki hitam.
  • Sabtu Pakaian seragam olah raga hijau putih SMA Santa Maria/

2. Pakaian Olahraga

Pakaian olahraga yang dikenakan adalah pakaian olahraga hijau putih dari sekolah.

Ketentuan khusus :

  • Pakaian khusus

   Bagi peserta didik putri:

 panjang rok 15 cm di bawah lutut,

 setiap hari memakai baju dalam (singlet) putih polos,

 blouse putih lengan pendek, dan

 blouse selalu dimasukkan dalam rok dengan rapi.

   Bagi  peserta didik  putra :

 kemeja putih lengan pendek

 kemeja harus dikancingkan sebagaimana mestinya.  setiap hari memakai kaos singlet putih polos, dan selalu dimasukkan dalam celana dengan rapi. 

  

RAMBUT, KUKU, TATO, MAKE UP

Umum :

Peserta didik wajib :

  1. Berkuku pendek dan bersih dari cat.
  2. Menjaga warna dan tatanan rambut sesuai aslinya.
  3. Menjaga kulit supaya bebas dari tato.
  4. Tidak bertindik.

     Khusus peserta didik putra

  1. Tidak berambut panjang.
  2. Tidak bercukur gundul.
  3. Rambut tidak berkuncir.
  4. Rambut berpotongan pendek, rapi, dan wajar.
  5. Tidak memakai kalung, anting dan gelang

     Khusus peserta didik putri

  1. Penampilan rapi, sederhana, dan make up tidak berlebihan
  2. Rambut panjang diikat rapi.
  3. Tidak boleh memakai perhiasan, cat kuku, cat rambut, soflen kecuali anting sederhana.

Pasal 3

MASUK, PULANG SEKOLAH,  DAN PRESENSI KEHADIRAN

  1. Kegiatan belajar mengajar dari hari Senin sampai dengan hari Jumat, mulai pukul 06.45 – 12.45 WIB. Bel masuk pertama dibunyikan  pukul 06.45. Pukul 6.55 mulai berdoa. Pelajaran dimulai pukul 7.00 WIB. Pelajaran diawali lagu Indonesia Raya.  setelah itu renungan dan doa pagi dipimpin oleh siswa dari sentral. Pukul 12.00 WIB doa Angelus dipimpin oleh siswa dari sentral. Pelajaran diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh siswa dari sentral. Pelajaran ditutup dengan Mars Serviam dan doa penutup.
  2. Peserta didik yang masuk kelas ketika doa dimulai (6.55 WIB) dianggap terlambat. Peserta didik yang datang terlambat harus segera melapor pada Guru Piket. Sanksi keterlambatan akan diberikan oleh Guru Piket.Siswa yang terlambat dan tidak melapor (langsung masuk kelas)akan mendapat sanksi tambahan dari guru piket sepulang sekolah.
  3. Setiap jam pelajaran, bila 5 menit sesudah bel guru yang bersangkutan belum hadir di kelas, maka ketua kelas wajib memanggil guru. Selama pelajaran berlangsung dan pada pergantian jam pelajaran  peserta didik tenang dan tetap berada di dalam kelas.
  4. Pada waktu istirahat  peserta didik berada di halaman sekolah.
  5. Seorang peserta didik  dapat mengikuti tes/ujian dengan presensi kehadiran 850% (kecuali sakit dengan surat ijin dokter)
  6. Orang tua tidak diperkenankan mengambil anaknya selama jam pembelajaran kecuali kepentingan melayat atau anaknya sakit.
  7. Pada waktu pulang peserta didik diwajibkan langsung meninggalkan sekolah menuju ke  rumah.
  8. Siswa yang seringkali tidak hadir (tanpa surat keterangan dari orang tua/wali) dan kiranya tidak dapat memberi harapan akan berhasil dalam mengikuti pendidikan yang sedang dijalaninya, akan dikembalikan kepada orang tua.
  9. Siswa yang berhalangan mengikuti olahraga karena sakit, harus menyerahkan surat keterangan dari orang tua atau dokter kepada guru olahraga dan tetap memakai seragam olah raga
  10. Siswa yang sakit saat KBM dapat meningalkan kelas dengan izin guru yang sedang mengajar untuk kembali ke rumah atau asrama
  11. Selama jam sekolah siswa tidak diperkenankan menerima tamu kecuali orang tua.
  12. Siswa tidak diperkenankan meninggalkan halaman atau pekarangan sekolah sebelum sekolah berahkir tanpa izin kepala sekolah. Izin meninggalkan sekolah hanya diberikan untuk hal-hal sebagai berikut:
  13. Tugas dari sekolah.
  14. Keperluan yang sungguh penting dan ada keterangan tertulis atau lisan dari orang tua/wali. Keterangan harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
  15. Karena sakit yang cukup serius dengan seizin kepala sekolah.
  16. Siswa yang terlibat dalam tawuran atau tindak kriminal lainnya di luar jam efektif sekolah, bukan tanggung jawab sekolah melainkan tanggung jawab Orang tua / wali.

Pasal 4

KEBERSIHAN, KEDISIPLINAN DAN KETERTIBAN

  1. Setiap kelas dibentuk tim piket  kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas.
  • Setiap peserta didik membiasakan menjaga kebersihan di tempat-tempat berikut:
    • Ruang kelas meliputi : menyapu lantai, menata meja kursi, menghapus papan tulis setiap akhir pembelajaran, melengkapi inventaris kelas (data siswa, struktur organisasi kelas, denah tempat duduk, jadwal piket, tata tertib, data siswa, agama dan jenis kelamin).
  • Halaman sekolah, kamar mandi, lingkungan sekolah.
    • Setiap peserta didik  membiasakan diri meletakkan sampah pada tempat yang telah ditentukan
    • Setiap peserta didik  menjaga suasana ketenangan belajar baik di kelas, perpustakaan, laboratorium maupun di tempat lain di lingkungan sekolah.
    • Setiap siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan sekolah sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Pasal 5

SOPAN SANTUN PERGAULAN

Dalam pergaulan sehari-hari di sekolah maupun di luar sekolah, peserta didik hendaknya:

  1. Memberi salam kepada teman, kepala sekolah, guru dan karyawan, tamu sekolah apabila baru bertemu.
  2. Menghormati sesama siswa, menghargai perbedaan agama yang dianut dan latar belakang sosial budaya yang dimiliki oleh masing-masing teman, baik di sekolahmaupun di luar sekolah.                                    
  3. Menghormati ide, pikiran dan pendapat, hak cipta orang lain dan hakmilik teman dan warga sekolah.
  4. Berani menyampaikan sesuatu yang salah adalah salah dan sesuatu yang benar adalah benar (berterus terang dan jujur).
  5. Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan (menyudutkan atau memojokkan) orang lain.
  6. Membiasakan diri mengucap terimakasih kalau memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain.
  7. Berani mengakui kesalahan yang dilakukan dan meminta maaf apabila  bersalah pada orang lain.
  8. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan sopan serta mampu membedakan hubungan dengan orang yang lebih tua dan teman serta tidak menggunakan kata-kata kotor dan kasar.
  9. Tidak diperkenankan membentuk geng atau kelompok dalam kelas atau seKolah sehingga merusak suasana pembelajaran, persaudaraan, kekeluargaan atau persatuan sekolah
  10. Tidak diperkenankan berbuat asusila. Jika diketahui seorang siswa telah berbuat asusila dalam pergaulannya, akan diambil tindakan tegas yaitu dikembalikan kepada orang tua atau dikeluarkan dari sekolah.
  11. Sekolah berhak memeriksakan siswa yang diduga: berbuat asusila, hamil dan melakukan aborsi.

Pasal 6

LARANGAN-LARANGAN

  1. Siswa di sekolah dilarang melakukan hal-hal berikut :
  2. Merokok, meminum minuman keras, mengedarkan dan mengkonsumsi narkotika, obat terlarang lainnya dan berpacaran di luar batas kewajaran di lingkungan sekolah.
  3. Berkelahi, baik perorangan maupun kelompok, di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
  4. Membuang sampah tidak pada tempatnya.
  5. Mencoret dinding, meja, kursi, pagar sekolah, perabot dan peralatan sekolah lainnya.
  6. Berbicara kotor, mengumpat, menghina atau menyapa antar sesama siswa atau warga sekolah lainnya dengan kata sapaan atau panggilan yang tidak sopan, baik lisan maupun tertulis.
  7. Membawa barang yang tidak ada hubungan dengan kepentingan kegiatan sekolah atau kegiatan belajar mengajar, seperti, alat elektronik, senjata tajam, atau alat-alat yang membahayakan keselamatan orang lain.
  8. Membawa, membaca atau menonton, mengedarkan bacaan, gambar, sketsa, audio, video pornografi
  9. Membawa kartu atau alat judi dan bermain judi.
  10. Mengadakan pesta ulang tahun di sekolah

Membentuk organisasi / kelompok lain atau kegiatan lain selain OSIS yang mengatasnamakan sekolah.

  1. Memanipulasi data yang terkait dengan sekolah dan lembaga lain di luar sekolah
  2. Berjualan dalam bentuk apapun di sekolah.
  3. Mengendarai motor modifikasi kenalpot ke sekolah. Jika siswa membawa sepeda motor, wajib memperhatikan kelengkapan sepeda motor termasuk helm sesuai standar. Sepeda/sepada motor diparkir di tempat yang tersedia dan di kunci.Sekolah tidak bertanggung jawab atas sepeda, sepeda motor, atau helm yang hilang apabila kendaraan di parkir diluar lingkungan sekolah.
  4. Meminjamkan seragam sekolah, pakaian olah raga, dan buku pelajaran pada siapapun baik murid SMA Santa Maria maupun dari SMA lain.
  • Siswa di luar sekolah dilarang melakukan hal-hal :

Berpacaran  masih memakai seragam sekolah.

  1. Membuat atribut kelompok yang mengatasnamakan sekolah (jaket, stiker, topi dll)
  2. Menggunakan fasilitas media elektronik yang dapat menyinggung perasaan, menyakiti perasaan dan/  melecehkan seseorang. 

PELANGGARAN DAN SANKSI

 Setiap pelanggaran terhadap tata tertib/peraturan sekolah ada bobot sanksinya berupa :

  1. Bobot Ringan, yaitu :
  2. Peringatan atau teguran lisan
  3. Melaksanakan tugas tertentu dari sekolah.
  4. Surat pernyataan oleh siswa
    1. Bobot Sedang, yaitu :
  5. Peringatan tertulis.
  6. Skorsing
  7. Perjanjian tertulis antara orangtua dengan sekolah.
    1. Bobot Berat, yaitu :
  8. Peringatan tertulis terakhir
  9. Dikembalikan kepada orangtua untuk sementara waktu
  10. Dikembalikan ke orang tua

LAIN – LAIN

  1. Tata tertib sekolah ini mengikat seluruh siswa.
  2. Tata tertib ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan
  3. Hal-hal yang tidak tercantum dalam tata tertib ini akan diputuskan lebih lanjut melalui rapat dewan guru.

PERATURAN AKADEMIK SMA SANTA MARIA NANGA PINOH

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

A.  Ketentuan Umum

   1. Prinsip-prinsip Penilaian

        Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah  didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini :

  1. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang  diukur
  2. Obyektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak  dipengaruhi subjektivitas penilai.
  3. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena kebutuhan khusus, serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial dan gender.     
  4. Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
  5. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian dan dasar pengambilan   keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
  6. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilain oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi denganmenggunakan berbagai teknik penilaian   yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
  7. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan   mengikuti  langkah-langkah baku.
  8. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
  9. Akun tabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik,  prosedur, maupun hasilnya.

            2. Teknik dan Instrumen Penilaian

  1. Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes,  observasi, penugasan perorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan   karateristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
  2. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
  3. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan / atau di luar kegitana pembelajaran.
  4. Teknik penugasan baik perorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan / atau proyek.
  5. Istrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan :
    • Substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai,
    • Konstruksi, adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan,
    • Bahasa, adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik. 

            3.         Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan.KKM setiap mata pelajaran ditetapkan oleh masing-masing sekolah dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik.

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

TAHUN PELAJARAN 2022/2023

N0Mata PelajaranKelas XKelas XIKelas XII
XIPAIPSIPAIPS 
1Pendidikan Agama7777777777 
2PKn7777777777 
3Bahasa Indonesia7777777777 
4Bahasa Inggris7777777777 
5Matematika7575757575 
6IPA      
a. Biologi75757575 
b. Fisika7575 75 
c. Kimia7575 75 
7IPS      
a. Sejarah7777777777 
b. Ekonomi777777 
c. Geografi727777 
d. Sosiologi777777 
8Seni Budaya7777777777 
9PJOK7777777777 
10Tik7777777777 
11Prakarya7777777777 
12Ekonomi LM7777 77 
13Sosiologi LM7777 77 
14Biologi LM7575 75 
15Fisika LM7575 75 

4. Tehnik Pelaksanaan                                                                 

a. Persyaratan minimal kehadiran siswa ntuk mengikuti pelajaran dan   tugas dari guru

1).  Siswa hadir di sekolah minimal 15 menit sebelum bel pelajaran dimulai.

2).Apabila siswa terlambat datang harus minta ijin kepada guru piket untuk mengikuti pelajaran.

b. Ulangan

      Peserta didik dapat mengikuti ulangan yang diadakan oleh guru mapel apabila :

1).Prosentase ketidakhadiran tanpa ijin pada mata pelajaran yang diambil guru tersebut minimall 4,5 % dari hari efektif yang dimiliki oleh mapel tersebut.

2). Telah mengikuti Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang telah dipelajari pada mata pelajaran tersebut.

c.  Remidial

                      Peserta didik dapat mengikuti program remedial apabila

1).Peserta didik telah mengikuti ulangan yang diadakan oleh guru mapel

2). Nilai yang diperoleh peserta didik belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh guru mapel.

3).Setiap peserta didik berhak mendapatkan kesempatan remidi 2 kali untuk setiap mata pelajaran.

d. Ujian

Peserta didik dapat mengikuti Ujian apabila :

  1. Peserta didik telah menyelesaikan seluruh standar kompetensi  dan kompetensi dasar pada mapel tersebut.
    1. Memiliki jumlah ketidakhadiran tanpa ijin maksimal 20 hari ( 9% ) dari hari efektif.

5. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

   Kriteria Kenaikan Kelas :

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.Sehubungan dengan hal tersebut SMA Santa Maria telah menetapkan kriteria kenaikan kelas.

Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila :

  1. Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun   pelajaran
  2. Nilai diperhitungkan pada semester I dan II (Rata-rata)
  3. Siswa dikatakan naik jika maksimal 3 (tiga) mata pelajaran   belum tercapai. 
  4. Nilai kepribadian minimal  B
  5. Tidak ada nilai kurang dari 50

Rumus Penilaian

     a. Rapor Semester

         Nilai Pengetahuan

         RT2 = NT + NUH + NPTS + NPAS   

                                     JKD

             Nilai Ketrampilan

                    RT2 = NT + NUH + NPTS + NPAS    

                                     JKD

     Keterangan :

   NRS    = Nilai Rapor Semester

   JKD    = Jumlah KD

   RT2    = Rata-Rata

   NT      = Nilai Tugas

   NUH   = Nilai Ulangan Harian

  NPTS  = Nilai Penilaian Tengah Semester

  NPAS = Nilai Penilaian Akhir Semester

        6. Kriteria Kelulusan :       

  • Kelulusan Sekolah menyesuaikan ketentuan dari pemerintah
  • Kelulusan Ujian Sekolah berdasarkan nilai KKM tiap mata pelajaran
  • Nilai kepribadian ( meliputi kelakukan, kerajinan, kerapian) minimal   baik
  • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir  untuk kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.